AGEN POKER ANDROID - Dr. Pras bangkit lagi, "Nah ibu..siap ya...saya angkat gamisnya yah...biar Fitri bisa masturbasiin ibu untuk cegah penyakit."
"II..iya dok..."
Dr. Pras pun mengankat gamis si ibu hingga seperut dan menarik turun CD putihnya. Si ibu membantu memegangi kain gamisnya agar jangan jatuh. Dr. Pras sempat menelan ludah saat ia melihat paha si ibu yang semok. Gak kurus, tapi berisi.
"Nah Fitri, sekarang tangannya yuk..."
Fitri mengulurkan tangannya dan menjamah kemaluan ibunya. Jari tengahnnya dimasukkan ke dalam lubang ibunya perlahan, lalu ditarik lagi.
"UUuhh..."
Si ibu langsung memejamkan matanya dan melenguh keenakan.
"Bu maafin Fitri ya, gara-gara Fitri sakit, ibu bisa ketularan juga."
Si ibu buru-buru membungkukkan badannya dan mengelus kepala putrinya
"Sudah kamu gak perlu pikiran itu, yang penting sekarang Fitri keluar masukin jari lubang di lubang ibu, dan ibu colok-colok lubang Fitri yah..biar kita sama-sama sehat," ujar si ibu menenangkan anaknya.
Fitri mengangguk tersenyum.
"Nah sekarang Fitri buka mulutnya AAaaa," perintah Dr. Pras. Fitri menurut.
Dr Pras kembali mengarahkan penisnya ke mulut Fitri dan memasukkannya ke dalam.
"Nah, sekarang kulum batang Dokter ya...obatnya ada di dalamnya mesti dikeluarin, Ok"
"Ngg.." Fitri mengiyakan dengan mulut yang tersumpal batang Dr. Pras.
Dr Pras lalu memaju mundurkan pinggulnya, menikmati batangnya disepong Fitri. Ia tarik lagi ke atas bajunya Fitri, agar ia bisa melihat jelas kedua putingnya. Tngan kanannya bergerak, menjamah dan remas-remas lembut dada Fitri. Sesekali ia pelintir-pelintir putingnya.
"Ngghh...nghh..," responnya.
Sementara itu tangan kirinya digunakan untuk menahan kepala Fitri yang berjilbab agar ia bisa bersenggama di mulutnya.
Nafas si ibu lama kelamaan berubah menjadi tak beraturan. Gerakan jarinya di lubang putrinya pun berubah menjadi semakin cepat.
"Mmhmhh..nghhh..nghh...," lenguh Fitri
Jari Fitri pun juga ikut-ikutan menusuk-nusuk vagina ibunya dengan cepat. Jari mungil itu kelihatan sudah menjadi basah. Cairan bening ada yang mulai turun mengalir dari lubang vagina si ibu ke pahanya.
"Dok...remas dada saya juga dok...plis..." pinta si ibu
Dr. Pras senang mendengar permintaan si ibu.
"Di buka donk bajunya."
SI ibu menurut dan melepaskan bajunya dan dijatuhkan ke tanah. Kini ia bertelanjang dada dan hanya mengenakan BH saja. Dr Pras berdecak kagum melihat payudara si ibu yang besar.
"BH-nya...di lepas juga....," pinta Dr. Pras dengan suara bergetar.
Tanpa berpikir panjang si ibu melepaskan pengait depan BHnya dan meloloskannya talinya dari pundaknya. Lalu ia jatuhkan ke lantai.
Dr. Pras jadi bernafsu banget ngeliat payudara si ibu yang mantap. Ia pun menangkupnya dari belakang punggung, melewati bawah tangannya, serta memainkan buah dada yang kenyal itu.
Fitri baru kali ini ngeliat ibunya buka-bukaan seperti itu, dan baru pertama ngeliat seroang pria cemek-cemek dada ibunya. Darahnya berdesir. Jantungnya berdegup keras. Semuanya serba baru baginya.
Si Ibu pun mulai menggapai buah zakar Dr. Pras dan mengelus-elusnya.
"AAhh..." Dr. PRas merasakan kehangatan di pelernya..
"Ahh....gak kuat....ahh...keluar...keluar..."
Dr. Pras memegang kepala Fitri dengan kedua tangannya dan memaju mundurkan batangnya di mulut Fitri. dengan cepat. Kumpulan sperma itu tak lama lagi akan meledak di rongga mulut gadis mungil ini.
"Ke..luaaar....aaahhh ahh...."
CROT CROOT CROTT CROT CRET CRET!
"Ahhh...."
Dr. Pras merasakan kelegaan luar biasa. Lalu ia mencabutnya dari mulut Fitri.
"Ditelan yah Fitri...itu obatnya..."
Fitri mengangguk. Ia teguk cairan Dr. Pras. Otot lehernya tampak berkontraksi.
"PInter..."
"Dokter kasih sesuatu buat kamu yah..."
"Apa tuh?"
Dr. Pras mendekatkan wajahnya ke wajah Fitri. Keduanya saling memandang. Lalu Dr. Pras mencium Fitri dan menghisap-hisap bibir atas dan bawahnya.
Si ibu membelalak... melihat Dr. Pras mencumbu putrinya dan Fitri tampak menyukai setiap deitknya.
"Dokter apakah itu juga termasuk pengobatannya?"
Dr. Pras menegakkan tubuhnya.
"Iyah...sudah pasti dan...sekarang ibu jilat vaginanya Fitri, ya"
"Lho kenapa?"
"Iya...karena saliva ibu bisa menjadi bahan tambahan yang menguatkan kekebalan Fitri, seperti vitamin. Jadi jangan lupa, nanti sambil dijilat, juga diludahin sedikit yah."
"Gitu ya dok..?"
"Iyah..."
Si ibu memandang anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Ibu jilat yah, nak.."
Fitri mengangguk.
"Iya, bu terima kasih ya."
Si ibu tersenyum dan mengelus kepala anaknya. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke alat kelamin putrinya. Di buka sedikit bibir vaginanya, diludahi lalu ia mulai menjilat-jilat belahan vaginanya.
"AAhh...ahhh...ahh....enak bu..."
Fitri yang sedang keenakan sudah lupa untuk memasturbasi ibunya. Dr. Pras tidak ingin membiarkan lubang vagina si ibu mubazir.